:Cinta Hati:

Bismillahirrahmanirrahim..
Sekian lama jari Mz tidak menari di atas keyboard utk berkarya dan terasa rindu utk terus berpena dgn kalam2 indah dariNya. Mz harap dgn adanya HADIAH ini, akan mengubat kerinduan kpd pembaca blog Mz. Puisi @ sajak CINTA HATI ini Mz tujukan khas buat Mama, Abah, Abang dan Adik2..penghargaan buat insan yg berada jauh di rantauan, jg buat sahabat2 dan pembaca blog Mz amnya…sma2 kita hayatinya..

Cinta…
Satu ungkapan yang terlalu mulus,
Terlalu indah untuk kutafsirkan,
Adakah cinta itu segala-galanya?
Aku tertanya-tanya cinta apa yang ku inginkan…

Ahhh…apa ada pada cinta?
Cinta itu bermula dari hati,
Hatiku juga dambakan sebuah cinta,
Cinta yang mungkin membutakan,
Mungkin juga mencelikkan,
Seribu makna cinta tidak mungkin kan sama…

Demi mendamba cinta palsu,
Insan sanggup pertaruhkan jiwa,
Hanya untuk manusia semata,
Terasa jauh dari kasihNya,
Semakin kontang iman yang gersang di hati,
Sentiasa walanglah hati dan jiwa.

Demi cinta yang hakiki,
Insan sanggup pertaruhkan jiwa,
Hanya untukNya,
Semakin dekat padaNya,
Hati semakin berbunga untuk merasai cintaNya,
Indahnya cinta tika hati mengingatiNya..
Tika tubuh sujud menyembahNya.

Itulah cinta…
Hati sentiasa menginginkannya,
Namun cinta padaNya kekal hakiki,
Cinta yang agung dari hati,
Dari hati yang ikhlas untuk mencintaiNya,
Moga cinta itu sentiasa lekat di hati ini,
Dan aku tidak akan berpaling lagi,
Kerana cintaNya yang ku dambakan,
Cinta hakiki yang kekal abadi…

Cinta insan yang kudambakan,
Mungkin hanya hijab semata-mata,
Tapi kuharapkan cinta yang satu ini,
Datang dariNya,
Yang maha pengasih lagi maha penyayang,
Semoga hari esok mendatangkan seribu cahaya padaku,
Yang bisa membawaku ke alam syurgaMu..
Bisa menikmati cinta yang Kau anugerahkan ini,
Semoga ada bahagia menantiku di sana…..

Nukilan:
Nik Fatihah binti Nik Mohammad
~Miss Zinnirah~
02/05/09….03.20 am
Mantin, Negeri Sembilan

Advertisements

Puisi: Kehendak Allah SWT

Bismillahirrahmanirrahim..

Tersentuh hati Miss Zinnirah tatkala membaca kalam puisi indah dari Ust. Ashaari Muhammad..sama2 kita hayatinya.. 🙂

 

SETIAP yang telah terjadi, sedang terjadi

bahkan yang akan terjadi

adalah dari kehendak Allah

 

Yang telah, sedang dan akan berlaku di bumi,

di langit, di Syurga, di Neraka, di Arasy, di Kursi

Di alam Akhirat, alam dunia, alam insan, alam malaikat,

alam jin, alam haiwan, alam jamadat, alam arwah

Ia berlaku dan akan berlaku mengikut kehendak Allah

pada azali lagi

 

Ia berlaku tepat pada masanya, tepat pada tempatnya,

tepat pada keperluan makhluk-Nya,

tepat berlaku di alam mana mengikut ketentuan-Nya

Bersetentangan dengan qudrah-Nya, ilmu-Nya,

pendengaran- Nya, penglihatan- Nya

 

Setiap yang telah terjadi, sedang terjadi, akan terjadi,

berlaku dengan kehendak Allah,

bukan pula Allah menimbang-nimbang

Maha Suci Allah daripada menimbang-nimbang,

kerana menimbang-nimbang adalah sifat manusia

Keperluan itu terjadi adalah dengan kehendak Allah,

berdasarkan ilmu-Nya, penglihatan- Nya

dan pendengaran- Nya pada azali lagi

Ia berlaku adalah dengan hikmah-Nya

dan kepatutan-Nya yang juga berlaku pada azali

 

Dengan kehendak Allah setiap benda yang terjadi

bukan dengan pertimbangan semasa, Maha Suci Allah

Kerana Allah sudah sedia tahu setiap masa makhluk-Nya

Ia terjadi adalah berdasarkan kehendak Allah pada azali lagi

sesuai dengan masa, tempat dan keperluan makhluk-Nya

Dengan ilmu, pendengaran, penglihatan- Nya pada azali juga

Ertinya kehendak-Nya, ilmu-Nya, penglihatan,

pendengaran- Nya yang sudah sedia yang tidak bermula

Kalau kehendak Allah ada bermula,

sebelum bermula Dia tentu tidak tahu apa kehendak-Nya

 

Maha Suci Tuhan kehendak-Nya ada bermula

Kehendak yang ada mulanya ialah kehendak makhluk-Nya

Kehendak Tuhan seperti juga dengan sifat-sifat- Nya yang lain,

tidak serupa dengan sifat-sifat makhluk-Nya

Sifat-sifat makhluk seperti kehendaknya ada bermula

Kalau begitu, satu sifat Allah sahaja kita faham,

betapa hebatnya

 

Sungguh Maha Besar, Maha Agung,

Maha Tinggi, dan Maha Suci

Belum kita memperkatakan sifat-sifat- Nya yang lain

Satu sahaja sifat-Nya baru kita tahu

sudah terasa agung-Nya Allah

Kalau begitu Allah patut dicintai, ditakuti,

disembah dan dibesarkan

Tidak patutlah selama ini

kita tidak mempedulikan Allah

atau tidak ambil tahu tentang Allah 

 Nukilan : Ustaz Ashaari Muhammad

 

Alone

copy

 

From childhood’s hour I have not been,

As others were; I have not seen,

As others saw; I could not bring,

My passions from a common spring.

 

From the same source I have not taken,

My sorrow; I could not awaken,

My heart to joy at the same tone,

And all I loved, I loved alone.

 

Then, in my childhood, in the dawn,

Of a most stormy life, was drawn,

From every depth of good and ill,

The mystery which binds me still,

From the torrent or the fountain,

From the red cliff of the mountain,

From the sun that round me rolled.

 

In its autumn tint of gold,

From the lightning in the sky,

As it passed me flying by,

From the thunder and the storm,

And the cloud that took the form,

 

When the rest of Heaven was blue,

Is it an angel or demon in my view,

I wonder….

Poem: Last Breath Is Death

 It was early in the morning at four,
When death knocked upon a bedroom door,
“Who is there?” The sleeping one cried,
“I am Izrael, Let me come inside.”

At once the man began to shiver,
As one sweating in deadly fever,
He shouted to his sleeping wife,
“Don’t let him take away my life.”

“Please go away, O Angel of Death!
Leave me alone; I’m not ready yet,
My family depends on me,
Give me a chance, O please!”

The angel knocked again and again,
“Friend! I’ll take your life without a pain,
It is your soul Allah requires,
I come not with my own desire.”

Bewildered, the man began to cry,
“O Angel, I’m so afraid to die,
I’ll give you gold and be your slave,
Don’t send me to the unlit grave.”

“Let me in, O Friend!” The Angel said,
“Open the door; get up from your bed,
If you do not allow me in,
I will walk through it, like a Jinn.”

The man held a gun in his right hand,
Ready to defy the Angel’s stand,
“I’ll point my gun, towards your head,
You dare come in; I’ll shoot you dead.”

By now the Angel was in the room,
Saying, “O Friend! Prepare for you doom,
Foolish man, Angels never die,
Put down your gun and do not sigh.”

“Why are you afraid! Tell me O man,
To die according to Allah’s plan?
Come smile at me; do not be grim,
Be Happy to return to Him.”

“O Angel! I bow my head in shame,
I had no time to take Allah’s name,
From morning till dusk, I made my wealth,
Never even caring for my health.”

“Allah’s commands, I never obeyed,
Nor five times a day, I ever prayed,
A Ramadan came and a Ramadan went,
But no time had I to repent.”

“The Hajj was already fard on me,
But I would not part with my money,
All charities, I did ignore,
Taking usury more and more.”

“Sometimes I sipped my favorite wine,
With flirting women I sat to dine,
O Angel! I appeal to you,
Spare my life for a year or two.”

“The Laws of Qur’an I will obey,
I’ll begin Salaat this very day,
My Fast and Hajj, I will complete,
And keep away from self-conceit.”

“I will refrain from usury,
And give all my wealth to charity,
Wine and wenches I will detest,
Allah’s oneness I will attest.”

“We Angels do what Allah demands,
We cannot go against His commands,
Death is ordained for everyone,
Father, mother, daughter or son.”

“I’m afraid, this moment is your last,
Now be reminded, more of your past,
I do understand your fears,
But it is now too late for tears.”

“You lived in this world, two score and more,
Never did you, your people adore,
Your parents, you did not obey,
Hungry beggars, you turned away.”

“Your two ill-gotten, female offspring’s,
In nightclubs, for livelihood they sing,
Instead of making more Muslims,
You made your children non-Muslims.”

“You ignored the Muezzin’s Adhaan,
Nor did you read the Holy Qur’an,
Breaking promises all your life,
Backbiting friends, and causing strife.”

“From hoarded goods, great profits you made,
And your poor workers, you underpaid,
Horses and cards were your leisure,
Money-making was your pleasure.”

“You ate vitamins, and grew more fat,
With the very sick, you never sat,
A pint of blood, you never gave,
Which could a little baby save.”

“O Human, you have done enough wrong,
You bought good properties for a song,
When the farmers appealed to you,
You did not have mercy, this is true.”

“Paradise for you? I cannot tell,
Undoubtedly you will dwell in hell,
There is no time for you to repent,
I’ll take your soul for which I am sent.”

The ending however, is very sad,
Eventually the man got very mad,
With a cry, he jumped out of bed,
And suddenly, he fell down dead.
 

mati